KOTA GORONTALO – Empat pejabat pengawas pada Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Provinsi Gorontalo resmi menuntaskan Pelatihan Kepemimpinan Pengawas (PKP) Angkatan II Tahun 2025 yang diselenggarakan oleh Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) Provinsi Gorontalo.
Keempat pejabat tersebut masing-masing adalah:
- Yolla Kiliis, S.Sos, Kepala Sub Perencanaan dan Keuangan, dengan inovasi Sistem Informasi Monitoring Keuangan (SIMONKE).
- Yasmin Mohammad, S.IP, Kepala Seksi Pemadam Kebakaran, dengan inovasi Optimalisasi pemanfaatan sistem responship petugas pemadam kebakaran melalui “Hallo Damkar”.
- Budiyanto Haluti, S.IP, Kepala Seksi Penyelidikan dan Penyidikan, dengan inovasi Peningkatan Efektivitas Penegakan Perda melalui Penguatan Peran Sekretariat PPNS pada Satpol PP Provinsi Gorontalo.
- Mahmud Rizal Daipaha, S.STP, Kepala Seksi Pembinaan, Pengawasan, dan Penyuluhan, dengan inovasi Optimalisasi Layanan Pengaduan Tertib Pelajar melalui Sistem Informasi Pengaduan Pelajar (SIGAP).
Acara penutupan pelatihan digelar pada Selasa (9/9/2025) di Rumah Jabatan Wakil Gubernur Gorontalo. Kegiatan tersebut ditutup secara resmi oleh Wakil Gubernur Gorontalo, Idah Syahidah Rusli Habibie. Kepala Satpol PP Provinsi Gorontalo, Taufik Sidiki, memberikan apresiasi kepada seluruh peserta PKP atas komitmen dan kerja keras dalam melahirkan berbagai aksi perubahan.
“Pelatihan kepemimpinan ini bukan sekadar kegiatan formalitas, tetapi menjadi wadah bagi para pejabat untuk melahirkan gagasan baru yang mampu menjawab tantangan birokrasi. Saya berharap inovasi yang dirancang tidak berhenti di sini, melainkan benar-benar diwujudkan dan berdampak nyata bagi masyarakat,” ujar Taufik.
Taufik mengucapkan selamat kepada para pejabat yang telah berhasil menyelesaikan pelatihan. Ia berpesan agar seluruh aksi perubahan yang telah dirancang benar-benar dijalankan secara konsisten dan berkelanjutan.


“Jangan sampai aksi yang digagas hanya aktif saat pelatihan berlangsung, namun berhenti setelah pelatihan selesai. Program yang sudah dirancang harus terus dijalankan karena manfaatnya sangat besar, baik untuk internal Satpol PP maupun bagi masyarakat luas,” tegas Taufik.
Taufik menilai bahwa inovasi yang dihasilkan, mulai dari SIMONKE yang membantu kelancaran administrasi keuangan, Hallo Damkar yang mempercepat layanan kedaruratan, penguatan kapasitas PPNS dalam penegakan perda, hingga SIGAP, merupakan langkah nyata dalam mendukung peningkatan pelayanan publik di Provinsi Gorontalo.
Ia juga mengajak seluruh jajaran Satpol PP untuk mendukung dan mengawal implementasi aksi perubahan tersebut, sehingga keberlanjutan program dapat berjalan dengan baik.
Dengan selesainya pelatihan ini, diharapkan keempat pejabat pengawas tersebut mampu menjadi motor penggerak perubahan, tidak hanya di lingkungan Satpol PP, tetapi juga dalam mendorong tata kelola pemerintahan yang lebih profesional, inovatif, dan berorientasi pada pelayanan masyarakat.