Lompat ke konten utama

Satpol PP Provinsi Gorontalo

GORONTALO — Menyikapi kondisi musim kemarau yang masih berlangsung, Satuan Polisi Pamong Praja dan Penanggulangan Kebakaran (Satpol PP dan PK) Provinsi Gorontalo terus memperkuat langkah preventif melalui Sosialisasi, Komunikasi, Informasi, dan Edukasi (KIE) keselamatan kebakaran, Kamis (1/10/2026). Langkah ini dilakukan untuk membangun kesadaran dan kesiapsiagaan di lingkungan perkantoran, fasilitas pelayanan publik, hingga sekolah.
Kegiatan sosialisasi dan edukasi lapangan ini dipimpin langsung oleh Kasatpol PP dan PK Provinsi Gorontalo, Taufik El Hakim Sidiki, SE., MM., didampingi Sekretaris Dinas Fauzi Ma’ruf, S.Sos., Kabid Linmas dan Damkar Drs. Rivai Bumulo, M.Si., serta Kasi Damkar Jasmin Mohamad, S.IP., beserta jajaran petugas Damkar. Tiga lokasi utama menjadi sasaran edukasi, yakni UPTD Samsat Kabupaten Gorontalo, RSUD dr. Ainun Habibie, dan SMA Negeri 1 Telaga Biru. Di setiap titik, Taufik menekankan bahwa potensi bahaya kebakaran harus dicegah dan diantisipasi sebelum musibah terjadi.

Di UPTD Samsat Kabupaten Gorontalo, kedatangan tim disambut baik oleh Kepala UPTD, Iswan A. Hasan, SE., MM. Dalam kesempatan tersebut, Taufik mengingatkan pentingnya pemahaman para pegawai terhadap keberadaan sarana pemadam api. Ia menegaskan bahwa ketersediaan Alat Pemadam Api Ringan (APAR) tidak boleh sekadar menjadi pelengkap administrasi, tetapi harus siap guna dan dikuasai cara pengoperasiannya. “Jangan sampai APAR hanya ada sebagai formalitas. Seluruh pegawai harus paham di mana letaknya dan bagaimana cara menggunakannya secara cepat saat keadaan darurat,” tegas Taufik. 

Rombongan kemudian melanjutkan kegiatan ke RSUD dr. Ainun Habibie.  Di fasilitas kesehatan ini, fokus edukasi diarahkan pada kesiapan personel, khususnya petugas keamanan (security) yang menjadi garda terdepan saat terjadi situasi darurat. Selain memeriksa fasilitas proteksi, tim Damkar memberikan simulasi dan pelatihan penanganan awal kebakaran agar petugas tidak panik dan tahu langkah tepat yang harus dilakukan sebelum tim pemadam tiba.

Edukasi dilanjutkan di SMA Negeri 1 Telaga Biru dengan menyasar para siswa dan tenaga pendidik. Mengingat cuaca kering membuat rumput dan ilalang mudah terbakar, Taufik mengimbau warga sekolah agar tidak melakukan aktivitas yang memicu percikan api. Kepala SMAN 1 Telaga Biru, Tisno Musa, S.Pd., menyampaikan apresiasinya atas edukasi praktis yang diberikan langsung kepada lingkungan sekolah.

Rangkaian sosialisasi di setiap lokasi ditutup dengan praktik penggunaan APAR dan tata cara pemadaman awal yang dipandu oleh Erik Pasue, S.IP., dan Sumarni Karim dari Seksi Damkar. Peserta juga dibekali informasi nomor kontak darurat layanan pemadam kebakaran serta ruang dialog seputar penanganan kebakaran. Bagi Taufik, edukasi dan sosialisasi masif ini merupakan bagian dari komitmen Damkar untuk tidak hanya hadir saat api padam, tetapi aktif membangun kepedulian bersama dalam mencegah kebakaran sejak dini. “Pencegahan akan jauh lebih efektif jika dilakukan bersama. Damkar tidak bisa bekerja sendiri, kami membutuhkan kepedulian dan kesiapsiagaan dari setiap instansi, sekolah, hingga lapisan masyarakat,” pungkasnya.