
GORONTALO — Pemerintah Provinsi Gorontalo bersama Tim Satuan Tugas (Satgas) BBM Bersubsidi turun langsung memantau penyaluran BBM bersubsidi di sejumlah Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) di Kota Gorontalo, Rabu (7/10/2026).
Kegiatan ini dilakukan sebagai tindak lanjut arahan Gubernur Gorontalo untuk memastikan distribusi BBM bersubsidi berjalan tertib dan sesuai peruntukannya. Tim yang turun ke lapangan terdiri dari unsur Dinas Tenaga Kerja, ESDM dan Transmigrasi, Satpol PP dan PK, Biro Perekonomian dan Administrasi Pembangunan Setda Provinsi Gorontalo, serta Pertamina Gorontalo.
Dalam Sidak tersebut Satpol PP dan PK Provinsi Gorontalo, diwakili Kepala Bidang Trantibum, La Basir, S.Sos. ia turut menyampaikan hasil pemantauan kondisi di lapangan, termasuk situasi antrean dan administrasi kendaraan yang melakukan pengisian BBM bersubsidi bersama anggota yang bertugas.
Secara terpisah, Kepala Satpol PP dan PK Provinsi Gorontalo, Taufik El Hakim Sidiki, S.E., M.M., meminta jajarannya menjalankan tugas dengan pendekatan yang humanis, tetap cermat melihat kondisi di lapangan, serta mengedepankan komunikasi yang baik dengan masyarakat dan pengelola SPBU.
Menurut Taufik, kegiatan seperti ini tidak hanya berkaitan dengan pemeriksaan, tetapi juga menjadi kesempatan untuk melihat secara langsung kondisi pelayanan dan mendengar persoalan yang dirasakan masyarakat.
“Kami ingin pengawasan dilakukan dengan cara yang baik dan tidak menimbulkan keresahan. Kondisi yang ditemukan di lapangan dicermati, didata dan dikomunikasikan dengan pihak terkait sehingga dapat ditangani sesuai kewenangan masing-masing,” ujar Taufik.
Ia juga mengingatkan personel agar mengutamakan sikap persuasif saat berinteraksi dengan masyarakat maupun petugas SPBU. Setiap persoalan yang membutuhkan penanganan lebih lanjut dapat disampaikan melalui mekanisme yang ada dan menjadi bahan pembahasan bersama instansi terkait.
“Yang kita harapkan adalah pelayanan tetap berjalan dengan baik, masyarakat merasa nyaman dan distribusi BBM bersubsidi dapat diterima oleh mereka yang memang berhak. Kalau ada persoalan di lapangan, kita sampaikan dan tindak lanjuti bersama sesuai tugas masing-masing,” tambahnya.
Pemantauan dilakukan di SPBU Bundaran Hulonthalo Indah dan SPBU Andalas. Tim melihat langsung kondisi antrean, pelayanan pengisian, administrasi kendaraan, serta mendengarkan masukan dari masyarakat yang berada di lokasi.
Di kedua lokasi tersebut, antrean kendaraan masih terlihat cukup panjang. Sejumlah pengguna BBM menyampaikan keluhan mengenai waktu tunggu yang cukup lama, jumlah pengisian yang dibatasi, hingga ketersediaan BBM bersubsidi pada waktu-waktu tertentu.
Dalam pemeriksaan administrasi, tim juga mendapati sejumlah kendaraan yang menggunakan BBM bersubsidi dengan kondisi pajak kendaraan yang telah jatuh tempo atau belum diperpanjang. Kondisi tersebut menjadi salah satu catatan yang perlu diperhatikan dalam upaya memastikan penggunaan BBM bersubsidi sesuai ketentuan.
Masyarakat yang ditemui di lokasi berharap pemantauan semacam ini dapat dilakukan secara berkala. Mereka juga meminta adanya langkah bersama untuk mencegah kemungkinan penyalahgunaan dan penimbunan BBM bersubsidi yang dapat mengganggu ketersediaan bagi masyarakat.
Berbagai kondisi yang ditemukan selama kegiatan selanjutnya menjadi bahan evaluasi Satgas BBM Bersubsidi. Hasil pemantauan tersebut diharapkan dapat memperkuat kerja sama antarinstansi dalam membenahi pelayanan sekaligus menjaga agar distribusi BBM bersubsidi berlangsung tertib dan tepat sasaran.
Satpol PP dan PK Provinsi Gorontalo akan terus mendukung langkah Pemerintah Provinsi Gorontalo melalui pemantauan di lapangan serta komunikasi dengan perangkat daerah dan instansi terkait, terutama ketika terdapat persoalan yang membutuhkan penanganan bersama.