Gorontalo, 1 Mei 2026 — Peringatan Hari Buruh Internasional (May Day) di Provinsi Gorontalo berlangsung aman, tertib, dan kondusif. Massa aksi dari Federasi Serikat Pekerja Metal Indonesia menggelar orasi di depan Kantor Gubernur Gorontalo, Jumat (1/5).
Aksi tersebut berjalan tertib dengan pengawalan aparat kepolisian dan personel Satpol PP Provinsi Gorontalo. Pengamanan dilakukan dengan pendekatan persuasif guna menjaga ketertiban umum sekaligus menjamin hak masyarakat dalam menyampaikan pendapat.
Dalam kegiatan ini, Kasatpol PP dan Penanggulangan Kebakaran Provinsi Gorontalo, Taufik Sidiki, menurunkan personel Satpol PP serta mengerahkan sejumlah personel pemadam kebakaran (Damkar) beserta armadanya sebagai langkah antisipasi terhadap potensi situasi darurat.
“Tugas kami memastikan kegiatan berjalan aman dan tertib tanpa mengurangi hak masyarakat dalam menyampaikan aspirasi. Karena itu, kami menyiagakan seluruh potensi yang ada, termasuk personel Damkar dan armada, untuk mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan,” ujar Taufik Sidiki di lokasi kegiatan.
Pemerintah daerah menunjukkan keterbukaan dengan hadirnya sejumlah pejabat untuk berdialog langsung dengan massa aksi, di antaranya Gubernur Gorontalo, Sekretaris Daerah Provinsi Gorontalo, Asisten I dan II, serta anggota DPRD Provinsi Gorontalo. Audiensi juga dihadiri Kapolresta Gorontalo Kota, Kepala Dinas Nakertrans, Kepala Dinas Keuangan, perwakilan BPJS Kesehatan dan BPJS Ketenagakerjaan serta Kasatpol PP dan Penanggulangan Kebakaran Provinsi Gorontalo.
Dalam orasinya, Koordinator Lapangan aksi FSPMI menyampaikan sejumlah isu strategis, baik di tingkat nasional maupun daerah. Salah satu tuntutan utama adalah dugaan penyelewengan regulasi ketenagakerjaan di wilayah Gorontalo Utara. Massa meminta evaluasi menyeluruh terhadap kinerja Dinas Nakertrans setempat terkait dugaan ketidakberesan administratif dan perlindungan hak pekerja.

Taufik Sidiki menegaskan bahwa pengamanan dilakukan secara profesional dengan pendekatan humanis untuk menjaga keamanan aset negara sekaligus memastikan kebebasan berpendapat tetap terlindungi.
Aksi berakhir tertib dengan massa membubarkan diri secara damai. Situasi di sekitar Kantor Gubernur Gorontalo terpantau aman, lancar, dan tetap dalam suasana kondusif serta penuh kekeluargaan.